Perbedaan hidup jauh dari Tuhan dan dekat kepada Tuhan

      Hidup adalah belajar, ketika kita mengetahui banyak hal tentang hidup secara teori kita belum sepenuhnya memahami hidup itu seperti apa, kita bisa memahami hidup ketika kita sudah merasakan langsung secara pribadi. misalnya "sabar", kita bisa memahami bahwa sabar itu adalah ketika kita dihadapkan kepada situasi dimana kita sedang mengharapkan yang kita inginkan, dan yang kita inginkan belum tercapai kita harus "sabar" menunggu sampai yang kita inginkan itu terwujud. Artinya dengan rasa "sabar" kita dituntut untuk berdoa, berusaha, percaya, dan pengendalian diri. keempat hal ini jadi pelajaran hidup bagi kita supaya kita bisa hidup sabar.  
       Kita bisa bandingkan hidup jauh dari Tuhan dan hidup dekat kepada Tuhan. Didalam hidup selalu ada persoalan, selalu ada masalah-masalah yang harus kita hadapi dan tentunya kita mengharapkan jalan keluar dari masalah-masalah yang sedang kita hadapi. kita melihat ketika kita dekat kepada Tuhan banyak sekali masalah-masalah yang kita hadapi, bahkan ketika keimanan kita diuji apakah kita menyerah lalu meninggalkan Tuhan ? dan berkata "selama aku dekat dengan Tuhan hidupku penuh dengan masalah, hidupku menjadi tidak tenang" lalu kita meninggalkan Tuhan dan mencari hal yang membuat kita merasa senang dan terhibur. Tanpa kita sadari ketika kita jauh dari Tuhan kita tetap menghadapi masalah. Bahkan masalah yang kita hadapi tidak kunjung selesai karena kita mengandalkan kekuatan kita sendiri,

kita mengabaikan Tuhan. Artinya rasa "kesombongan" mulai muncul dalam hati kita karena kita menganggap bahwa kita mampu menyelesaikannya sendiri. Perlu kita ketahui bahwa dekat kepada Tuhan dan jauh dari Tuhan tetap ada masalah. Manusia jatuh kedalam dosa mulailah masalah tidak akan luput selama kita masih hidup di dunia ini. 
        Kita belajar dari bangsa Israel. Bangsa Israel adalah Bangsa pilihan Allah karena Bangsa Israel adalah Bangsa yang unik. Tidak semua Bangsa Israel hidup didalam Tuhan, ada sebagian dari Bangsa Israel tidak percaya kepada Tuhan. Tetapi ketika mereka di hadapkan dengan masalah yaitu untuk keluar dari Mesir Tuhan tetap menyelamatkan mereka. Artinya ketika kita berusaha untuk mengandalkan kekuatan kita dan tidak percaya kepada Tuhan kita tetap menghadapi yang namanya "masalah". Tetapi apa yang terjadi ketika kita menjauh dari Tuhan ? masalah kita akan berlarut-larut, kita hanya menekan hidup supaya masalah kita secara instan akan segera selesai, tetapi sebenarnya tidak. Jadi, tidak ada artinya kita jauh dari Tuhan hanya karena masalah, justru ketika kita ada masalah kita datang kepada Tuhan dan percaya bahwa Tuhan sanggup menyelesaikan persoalan-persoalan yang sedang kita hadapi. 
Seperti Ayat Alkitab Filipi 4:13 "Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku". 






Mari kita serahkan persoalan atau masalah kita kepada Tuhan, bukan dengan marah dan sombong menyelesaikan masalah tetapi dengan sabar yaitu berdoa, berusaha, percaya dan pengendalian diri Tuhan akan menepati janjiNya dan kita akan hidup tenang yang penuh dengan sukacita dan damai sejahtera. Amin

Komentar